Senin, 09 April 2012

GEOMORFOLOGI BUKIT MAROS DI MAKASSAR


  Bukit-bukit Maros itu mempunyai ketinggian antara 150 – 300 m, tetapi yang tertinggi mencapai 564 m. Ketinggian dasar lembah meningkat dengan semakin tingginya letak dari permukaan laut, dan di bagian timur mencapai ketinggian 120 m. Daerah ini menerima curah hujan sebanyak 3500 mm setiap tahun, yang banyak menyebabkan terjadinya penghanyutan melalui permukaan tanah. Morfologi pebukitan barangkali disebabkan oleh sungai-sungai yang timbul di bagian timur yang mengalir ke barat melalui goa-goa yang diperlebar dan diperdalam oleh sungai-sungai tadi. Terjalnya lembah-lembah dipertegak oleh pelongsoran bagian bawah yang ditimbulkan oleh pengikisan sungai-sungai yang berkelok-kelok agak jauh di bawah permukaan dataran, yang cenderung mengalir melingkari dasar bukit-bukit dan tidak melingkari dataran aluvial. Pelongsoran di bagian bawah membentuk tempat-tempat perlindungan di bawah batuan setinggi kira-kira 2–3 m, dengan panjang berpuluh-puluh atau beratus-ratus meter, dan biasanya mempunyai kedalaman 1 atau 2 m, meskipun beberapa di antaranya ada yang meluas sampai jauh ke bukit-bukit  (Jennings, 1976; MacDonald, 1976).
           Karst menara mungkin terjadi dari karst berbukit kerucut tetapi tidak berarti semua karst bukit akan berkembang menjadi karst menara. Apa yang menyebabkan terjadinya karst berbukit sama sekali tidak jelas, tetapi mungkin terbentuk oleh aliran air di antara bongkahan-bongkahan batu kapur. Prosesnya berjalan sangat cepat; batu-batu karang yang terangkat ke atas selama zaman Kuarter yang membentuk sebagian besar Pulau Muna mempunyai bukit-bukit berbentuk kerucut (Gbr. 130) dan berbagai faktor telah bergabung sedemikian rupa,  sehingga bukit-bukit berbentuk kerucut itu lebih berkembang daripada di batuan-batuan kapur yang lain. Di daerah yang berbatasan dengan karang laguna yang terangkat ke atas, dapat ditemukan liang-liang peresapan atau dolina dengan garis tengah sampai 150 m. Adanya dolina ini lebih menandai daerah-daerah karst di daerah iklim sedang, dan tampak sebagai bercak-bercak bekas cacar pada permukaan yang tanpa itu relatif rata. Di beberapa tempat di daerah karst berbukit kerucut di sebelah utara Bone, seperti misalnya Sungai Macao, terbentuk jurang-jurang dalam (kanyon) yang terjal, di tempat-tempat yang semula terdapat sungai di bawah tanah yang melarutkan atap aliran sungai itu menjadi demikian tipis dan akhirnya akan runtuh (Verstappen, 1957).

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

thanks udah d komentar