Kamis, 15 Maret 2012

permasaalahan lingkungan



penyebap permasaalahan lingkungan
1 Kepadatan Penduduk
            Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar dan menduduki urutan ke-empat dunia setelah RRC, India, Amerika Serikat. Jumlah pendudukan Indonesia pada Tahun 2005 adalah 218.869.791 jiwa (Statistik Indonesia, 2005). Jumlah penduduk yang besar itu makin bertambah walaupun program Keluarga Berencana (KB) sudah digalakkan. Peningkatan jumlah penduduk sangat berkaitan erat dengan daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah besarnya kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan. Proses penghambatan pertumbuhan dapat terjadi secara alamiah dan atas campur tangan manusia.  Pertumbuhan penduduk yang cepat akan mengurangi daya dukung lingkungan. Penurunan daya dukung lingkungan akan mengakibatkan adanya keterbatasan sumber pangan yang akhirnya dapat memicu konflik. Konflik dalam masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan dapat mengakibatkan terjadinya peperangan. Peperangan dapat mempunyai efek menurunkan kepadatan penduduk. Dibeberapa masyarakat terdapat adat untuk membunuh anak, yaitu yang disebut infantiside. Misalnya orang merasa tercela, apabila anak pertamanya bukan laki-laki. Karena itu bayi perempuan yang lahir sebelum ada anak laki-laki akan dibunuh. Dengan adanya adat ini pertumbuhan penduduk dapat dicegah. Contoh tersebut menunjukkan cara pengaturan kepadatan penduduk, walaupun tidak dapat kita terima.

2 Pemanasan Global
            Pemanasan global telah menjadi isu internasional hangat. Isu tersebut timbul karena pemanasan global akan memberikan efek yang sangat besar yaitu kenaikan muka air laut dan perubahan iklim global. Pemanasan global adalah meningkatnya tempratur rata-rata di atmosfer, laut dan daratan di bumi (Rusbiantoro, 2008).  Sumarwoto (1991) mengemukakan bahwa pemanasan global adalah naiknya rata-rata suhu permukaan bumi sebagai akibat dari efek rumah kaca. Dengan demikian pemanasan global merupakan kenaikan rata-rata suhu permukaan bumi.
            Penyebab dari kenaikan suhu tersebut diakibatkan oleh aktivitas pembakaran bahan bakar fosil, serta meningkatnya konsentrasi gas-gas penyerap panas (gas-gas rumah kaca) di atmosfer. Penghasil terbesar dari pemanasan global adalah Negara-negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang dan Cina yang berada di belahan bumi utara. Pemanasan global ini dapat terjadi karena pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat Negara-negara utara yang lebih tinggi dari penduduk di bagian selatan yang merupakan Negara berkembang.  Negara-negara berkembang juga penghasil CO2 dengan meningkatnya industri dan perusahaan tambang.
            Pemantauan kadar CO2 di atmosfer telah dilakukan secara langsung di Gunung Mauna Loadi Hawai sejak Tahun 1958. Tempat itu dipilih karena tidak ada tumbuhan sehingga hasilnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis tumbuhan setempat. Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan kadar CO2 yang terus menerus. Dengan kenaikan kadar CO2 tersebut maka makin banyak sinar infra merah yang diserap oleh CO2 sehingga intensitas efek rumah kaca meningkat. Hal ini akan menyebabkan suhu permukaan bumi akan naik. Disamping uap air dan CO2, terdapat gas-gas rumah kaca lain dalam atmosfer yaitu metana, ozon, N2O dan CFC.

3 Pencemaran Air
            Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi umat manusia. Apabila air tercemar maka kehidupan manusia akan terganggu. Ini merupakan bencana besar. Hampir semua makhluk hidup di bumi membutuhkan air. Tanpa air tidak aka nada kehidupan di muka bumi ini.
Pencemaran air adalah kondisi dimana kualitas air telah menyimpang dari keadaan normalnya. Keadaan normal air tergantung dari kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Jadi ukuran air disebut bersih dan tidak tercemar tidak ditentukan oleh kemurnian air. Sesuai dengan kegunaannya air dipakai untuk air minum, air untuk mandi, mencuci, pengairan pertanian, tambak ikan dan untuk industri.
Indikator atau tanda bahwa air di lingkungan telah tercemar adalah dengan adanya perubahan yang diamati melalui  perubahan suhu, pH, warna, bau, rasa air, timbulnya endapat, koloidal, bahan terlarut, mikro organism dan meningkatnya radioaktivitas air lingkungan.
-            Perubahan suhu air
Dalam kegiatan industri seringjali suatu proses disertai dengan timbulnya panas reaksi atau panas dari suatu gerakan mesin. Agar proses industri dan mesin-mesin yang menunjang kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik, maka mesin harus didinginkan. Pendinginan dilakukan dengan menggunakan air pendingin. Air akan mengambil panas, dan kemudian dibuang ke lingkungan. Apabila air panas tersebut dibuang ke sungai, maka akan mengakibatkan naiknya suhu air sungai. Air sungai yang suhunya naik akan mengakibatkan terganggunya kehidupan biota air dan organisme air lainnya karena kadar oksigen yang terlarut akan menurun bersamaan dengan kenaikan suhu air. Padahal setiap kehidupan membutuhkan oksigen untuk bernafas. 
-            Perubahan pH
Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH berkisar 6,5 – 7,5. Air dapat bersifat asam atau basa, tergantung pada besar kecilnya pH air atau besarnya konsentrasi ion hidrogen di dalam air. Air yang mempunyai pH lebih kecil dari pH normal akan bersifat asam, sedangkan air yang mempunyai pH lebih besar dari normal akan bersifat basa. Air limbah dan bahan buangan dari kegiatan industri yang dibuang ke sungai akan mengubah pH air yang pada akhirnya dapat mengganggu kehidupan organisme di dalam air.
-            Perubahan warna, bau dan rasa
Bahan buangan dan air limbah dari kegiatan industri yang berupa bahan organik dan bahan anorganik seringkali dapat larut di dalam air. Apabila bahan buangan dan air limbah industry akan larut dalam air maka akan terjadi berubahan warna air. Air dalam keadaan normal tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
-            Timbulnya endapan, koloidal, dan bahan pelarut
Endapan dan kolidal serta bahan pelarut berasal dari adanya bahan buangan indsutri yang berbentuk padat. Bahan buangan industri yang berbentuk padat apabila tidak larut dalam air maka akan mengendap di dasar sungai dan yang dapat larut akan menjadi koloidal. Endapan sebelum sampai ke dasar sungai akan melayang di air bersama dengan koloidal. Endapan dan koloidal yang melayang di dalam air akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air. Padahal sinar matahari dibutuhkan untuk proses fotosintesis. Akibatnya kehidupan organisme akan terganggu.
Apabila endapan dan koloidal yang terjadi berasal dari bahan buangan organic, maka mikroorganisme, dengan bantuan oksigen terlarut di dalam air, akan melakukan degradasi bahan organic tersebut sehingga menjadi bahan yang lebih sederhana. Dalam hal ini, kandungan oksigen yang terlarut dalam air akan berkurang sehingga organism lain yang memerlukan oksigen akan terganggu pula.  Banyaknya oksigen yang diperlukan untuk proses degradasi biokimia disebut dengan Biological Oxygen Demand (BOD).
Kalau bahan buangan industri berupa bahan-bahan anorganik yang dapat larut maka air akan mendapatkan tambahan ion-ion logam. Banyak bahan anorganik yang memberikan ion-ion logam berat yang besifat racun seperti Cd, Cr, Pb.
-            Mikroorganisme
Mikroorganisme berperan dalam proses degradasi bahan buangan dari kegiatan industri. Jika bahan buangan cukup banyak, maka mikroorganisme akan meningkat dan memungkinkan untuk perkembangbiakan mikroba pathogen. Mikroba pathogen adalah penyebab timbulnya berbagai penyakit. Mikroba penyebar penyakit lewat air antara lain adalah virus, protozoa, metazoan.
-            Meningkatnya radioaktivitas air
Zat radioaktif yang cukup banyak akan menimbulkan efek terhadap kesehatan. Namun demikian, zat radioaktif dalam jumlah sedikit dapat pula menimbulkan masalah apabila terjadi biomagnifikasi di dalam organisme air. Besar kecilnya masalah ini tergantung dari kadar magnifikasi, peran organisme tersebut dalam rantai makanan, serta lamanya waktu paruh zat radioaktif.
            Dampak dari adanya pencemaran air adalah air tidak dapat dimanfaatkan lagi baik untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, keperluan pertanian dan perikanan, dan air menjadi penyebab timbulnya penyakit misalnya Cholera, Polliomyelitis, Dysentri Amuba, typhus Abdominalis, Ascariasis, dan sebagainya.

4 Pencemaran Udara
            Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada dalam waktu lama akan mengganggu kehidupan makhluk hidup.
            Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada suhu, tekanan dan lingkungan sekitarnya. Susunan atau komposisi udara kering adalah Nitrogen (78,09%), Oksigen (21,94%), Argon (0,93%), karbondioksida (0,032%). Gas-gas lain yang terdapat dalam udara antara lain nitrogen oksida, hidrogen, methane, belerang dioksida, dan lain-lain.
            Penyebab pencemaran udara ada dua macam yaitu:
a.       Karena factor internal (secara alamiah), misalnya debu yang beterbangan ditiup angin, debu akibat letusan gunung berapi.
b.      Faktor external (karena ulah manusia), misalnya hasil pembakaran bahan bakar fosil, debu dari kegiatan industry, pemakaian zat-zat kimia yang dilepaskan ke udara.
Komponen pencamar utama di udara adalah karbonmonoksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx), Belerang Oksida (SOx), Hidrokarbon (HC), partikel. Jumlah komponen pencemar tergantung pada sumbernya.
Dampak pencemaran udara :
-            Dampak pencemaran udara oleh Karbonmonoksida (CO)
Karbonmonoksida (CO) adalah gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan juga tidak berwarna. Oleh karena itu lingkungan yang telah tercemar oleh gas CO tidak dapat dilihat oleh mata. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu -192oC. Di udara gas CO terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan lalulintas yang padat konsentrasi CO berkisar 10-15 ppm. Konsentrasi CO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Karbonmonoksida apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolis, ikut bereasksi secara metabolis dengan darah. Ternyata ikatan monoksida dengan darah jauh lebih stabil dari pada ikatan oksigen dengan darah. Keadaan ini menyebabkan darah lebih mudah menyerap CO dari pada Oksigen dan menyebabkan fungsi vital darah sebagai pengangkut oksigen terganggu.
-            Dampak pencemaran udara oleh Nitrogen Oksida (NOx)
Gas nitrogen oksida (NOx) ada dua macam yaitu nitrogen monoksida  (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Kedua gas tersebut mempunyai sifat yang sangat berbeda dan keduanya berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak berwarna dan tidak berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan berwarna  coklat kemerahan.
Toksisitas gas NO2 empat kali lebih kuat dari toksisitas gas NO. Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru-paru. Paru-paru yang terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak sehingg penderita sulit untuk bernafas sehingga menyebabkan kematian.
Gas NO2 dapat menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates (PAN) yang menyebabkan iritasi pada mata sehingga mata menjadi pedih dan berair.
-            Dampak pencemaran oleh Belerang Oksida (SOx)
Sebagian besar gas SOx berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, terutama batubara. Udara yang telah tercemar SOx menyebabkan manusia akan mengalami gangguan pada system pernapasannya. Hal ini karena gas SOx yang mudah menjadi asam menyerang selaput lender pada hidung, tenggorokan, dan saluran nafas yang lain sampai ke paru-paru. Gas SOx dapat menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yang terkena.
-            Dampak pencemaran oleh partikel
Pencemaran udara oleh partikel dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut.  Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan bertahan di saluran pernafasan bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan bertahan pada saluran pernafasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil (1-3 mikron) akan masuk ke dalam paru-paru dan menempel pada alveoli. Partikel yang kurang dari 1 mikron akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

thanks udah d komentar